Nama Playboy
Masih ingat komentar anggota Dewan Pers, Leo Batubara: “Playboy itu ya kayak yang terbit di AS. Kalau isinya santun, sesuai dengan budaya ketimuran, ya kenapa nggak ganti saja namanya. Misalnya jadi Majalah Gatotkaca.” (detikcom) Dan komentar Ketua Umum FPI Habib: Muhammad Rizieq Shihab:
“Mengapa tidak menggunakan nama lain saja. Saya mengusulkan nama Pria, Gentlemen atau Jantan.” (Kompas)
Dengan meminjam logika kedua tokoh tersebut saya meminta pemegang franchise McDonald Indonesia untuk mengganti namanya menjadi MacMohan karena McDonald Indonesia menjual ayam goreng dan nasi. Isinya kan sudah beda dan disesuaikan dengan budaya Indonesia. Lagipula, nama McDonald kan konotasinya tidak bisa dipisahkan dari unsur burger dan kentang goreng, kok jualan ayam dan nasi?
Jadi ini cuma soal nama ya? Xexexexe! Saya kok jadi posting gak bermutu gini ya, padahal ada polemik nasional lain yang menarik untuk diamati.
